Header AD

Mas Tamvan on Facebook!

Dua Orang Tewas Keracunan Kepiting





Dua orang warga Desa Maikeam, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur tewas setelah makan kepiting yang diduga beracun. Kepiting hasil tangkapan ayah kandung dari salah seorang korban meninggal disantap bersama sembilan kerabat lainnya yang akhirnya dirawat.

"Dua korban meninggal masing-masing Orpu Polin (25) dan Apri Mariani Tia Aman yang baru berusia lima tahun. Kepiting itu hasil tangkapan sang ayah Nahtali Polin," kata Kepala Desa Maikeam, Johan R Lima seperti dilansir dari Antara, Sabtu (3/6).

Dia menceritakan, kejadian naas itu terjadi Jumat (2/6) siang setelah Nahtali Polin, ayah kandung korban meninggal Apri Mariani Tia Aman kembali ke rumah. Nahtali baru saja pulang usai menangkap ikan dan kepiting di laut.

Karena masih kelelahan, Nahtali memilih untuk tidur. Padahal dia baru akan mengubur sejumlah kepiting karena memiliki racun, agar tidak dikonsumsi anak dan kerabat lainnya.

Namun tanpa diketahui Nahtali, Johan mengatakan, sejumlah kerabatnya memasak ikan dan kepiting dan meramunya menjadi menu masakan. Setelah meramu menu masakan ikan dan kepiting itu, 11 orang yang terdiri dari anak kandung dan kerabat Nahtali menyantapnya.

"Mereka makan Nahtali masih tidur jadi dia tidak tahu apa-apa," jelasnya.

Satu jam setelah melahap ikan dan kepiting itulah, 11 orang itu diserang sakit karena keracunan. Korban meninggal Orpu Polin yang adalah anak kandung Nahtali itu, mangkat meninggalkan anaknya baru berusia tiga tahun.

"Dua di antaranya langsung meninggal dan sembilan lainnya dirawat intensif petugas kesehatan dari puskesmas yang ada," terangnya.

Johan mengungkapkan, hingga saat ini sembilan orang, empat orang anak-anak berusia tiga sampai lima tahun dan lima orang dewasa berusia 40 sampai 60 tahun masih dirawat petugas medis puskesmas setempat.

"Ada dua korban rawat yang masih butuh penanganan intensif," tutupnya.
Dua Orang Tewas Keracunan Kepiting Dua Orang Tewas Keracunan Kepiting Reviewed by changk on 11.42 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD